update
- Tuesday, October 20, 2009 -
FIUH...
Akhirnya saya bisa nge-blog lagi, *joget pisang*
nb. yang gak tau joget pisang itu bagaimana silahkan buat akun di
PlurkDengan ini saya resmikan template baru saya, kalau dulu
coklat pelangi, sekarang ungu teddy bear. Saya inget banget jaman SMP dulu, guru Kesenian saya pernah berkata,
"Warna ungu itu sendu,"Saya tahu pada saat itu teman-teman saya memandang wajah saya, karena mereka tahu saya suka warna ungu dan
tidak pernah sendu (tetapi pada saat itu saya tidak sadar karena merana harus membayangkan pohon apa yang harus saya lukis).
Kurang setuju kalau ungu = sendu.
Dengan rumus di bawah ini:Ungu itu campuran merah dan biru.
Merah = berani, biru = kalem.
Ungu = berani dalam balutan kalem (?)
Pokoknya saya suka warna ungu, dan saya bukan janda.
Tidak lupa,
Teddy Bear...Saya suka boneka ginuk-ginuk macam boneka beruang ini. Sayang sekali posenya madesu (baca: MAsa DEpan
SUmpek SUram =_____=
Secara keseluruhan tema baru blog ini adalah
Sendu dan Madesu *garuk2 bingung*
tapi penulisnya tetap seru, segar, dan ceria :)
AH YA... satu lagiSaya terpana melihat tagboard, ada dosen saya nyempil disana *dilempari duit*
sandynata
loh ada anak ABM yang ngeblog juga.. good!
Siapa dulu dong dosen saya di ABM (*^_^*)
< 9:26 PM >
Mari Menabung
- Monday, June 8, 2009 -
Bang bing bung yok kita ke bank
Bang bing bung yok kita nabung
Tang ting tung hei, jangan dihitung
Tau tau kita nanti dapat untung...
(c) Geofany kalau tidak salah
Pernah menabung?Sejak kecil saya diwajibkan untuk menabung, mulai TK. Jadi dulu, kalau saya dapat uang jajan Rp. 150 yang seratus buat jajan, sisanya saya tabung. Bukan di bank, tapi di celengan bentuk tas koper warna ijo tua yang lumayan besar (masih ingat saya). Celengan ini tidak pernah sekalipun saya utik-utik hingga kelas 3 SD, sampai saya sendiri tidak kuat mengangkatnya saat itu (karena isinya receh semua *lol*). Rencananya mau saya belikan sepeda roda dua.
Pada suatu hari, orang tua saya memutuskan pindah rumah. Diangkutlah semua barang-barang di atas sebuah truk, termasuk celengan kesayangan saya itu. Tetapi... saat sudah beres-beres di rumah baru, saya tidak menemukan celengan itu. Sudah dicari kesemua sudut rumah, tetap tidak ketemu. Menangislah saya sejadi-jadinya, melayang sudah impian punya sepeda roda dua. Ditambah lagi saya menabung sejak TK hingga kelas 3 SD. Lima tahun, sodara-sodara.
Malaslah saya akhirnya dengan tabung-menabung itu, apaan, udah tinggal dipecahin itu celengan malah ilang =____=
Tapi ya... toh akhirnya saya menabung lagi. Lebih elit sedikit saat masuk SMP, di bank wkwkwk... Sampai sekarang nih.
Lalu apa yang mau saya bagi di blog ini? Tentunya bukan cerita tragis celengan saya yang raib entah kemana. Tetapi sedikit kiat yang diberikan dosen Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya (saya lupa namanya --a) saat saya semester tiga dulu. Mungkin ada yang sudah pernah mendengar atau melakukan saran ini, saya hanya sekedar berbagi kalau ada yang belum tahu. Jadi begini...
Dari dulu, ada anggapan bahwa menabung adalah kegiatan di akhir sebuah siklus keuangan. Maksud saya, bila kita menerima sejumlah uang, maka uang itu kita gunakan dulu untuk membayar ini, membeli itu, bila ada sisa, itu yang ditabung. Anggapan seperti itu sebenarnya salah.
Menabung, adalah kegiatan perencanaan anggaran yang seharusnya diletakkan
di awal sebuah siklus keuangan. Contohnya:
Saya (misal) menerima gaji sebesar Rp. 2 juta setiap bulannya. Lalu saya berencana harus menganggarkan Rp. 500 ribu setiap bulan untuk ditabung.
Hari dimana saya menerima gaji, maka pada hari itulah saya wajib menabung. Sehingga, sejak hari itu, saya hanya memiliki uang sejumlah Rp. 1,5 juta untuk siklus keuangan dalam sebulan.
Jika saya tidak menganggarkan Rp. 500 ribu untuk ditabung, maka saya masih memegang Rp. 2 juta di tangan. Akan ada bayangan “Wah saya punya uang segini, mau beli ini ah... mau beli itu ah...” Yang sering terjadi adalah, uang itu habis diakhir bulan, tidak ada sisa untuk ditabung. Benar tidak?
Saya sih iya *lol*Bandingkan jika saya hanya memiliki uang sebesar Rp. 1,5 juta, maka kemungkinan saya akan berpikir, “Waduh sudah terpotong nih, mikir-mikir kalau mau beli sesuatu,” Seandainya uang tersebut habis dalam kurun waktu sebulan, toh saya sudah menabung di awal bulan (dengan catatan tabungan itu tidak boleh diutik-utik). Tentunya akan lebih bagus jika masih ada sisa, bisa ditabung kembali.
Saya sudah menerapkan ini. Lumayanlah... keuangan pribadi saya
agak terkendali, karena saya masih suka lapar mata, apalagi kalau ada banjir diskon, hiks.
Dan sebenarnya, karena saya sekolah di sekolah ekonomi, dosen saya pernah mengatakan bahwa, kalau jumlah simpanan uang sudah banyak, jangan ditabung! Diputar untuk usaha, kalau tidak berani, simpan dalam bentuk emas. Return-nya lebih besar dari suku bunga bank
Doeng...Saya mending nabung dulu deh, bu. Hihihi~
Semoga tulisan ini bermanfaat. Terima kasih.
Labels: bagi ilmu
< 8:21 PM >
Berdiri Sama Tinggi
- Sunday, June 7, 2009 -
Saya dapat materi ini dari sebuah seminar pengembangan kepribadian. Pesan dari pemateri adalah, "Kalau sempat, baca-baca lagi materi ini!"
Okelah, saya menyempatkan diri sebentar untuk membaca kembali, setelah materi ini tidak saya sentuh berbulan-bulan.
Benar apa yang dikatakan pemateri itu, "Ada rasa berbeda jika kalian mendapat materi sebelum mengalami sendiri kejadian tersebut. Coba beberapa bulan lagi, atau beberapa tahun, baca lagi materi ini, rasanya akan berbeda dengan penerimaan kalian hari ini," Dan ya, memang rasanya berbeda. Dulu saat mendapat materi ini saya biasa-biasa saja. Nyatanya, ada sebuah kalimat yang bila saya baca saat ini, rasanya berbeda jauh dari pemahaman saya dahulu, begini:
Kebesaran seseorang tidak terlihat ketika ia berdiri dan memberi perintah, tetapi ketika ia berdiri sama tinggi dengan orang lain. Juga mau membantu orang lain untuk mengeluarkan yang terbaik dari diri mereka guna mencapai sukses.
G. Arthur Keough
Setelah saya tinjau balik, bukankah ini sama dengan postingan saya terdahulu mengenai Team Work. Yang begini:
Seseorang bisa mencapai sukses jika didukung dan mendukung orang lain. Anda ingin sukses? Jangan lupa membantu anggota tim anda untuk sukses!
Pikiran atau tindakan saya tampaknya salah selama ini. Saya dan mungkin sebagian teman-teman yang lain pasti pernah beranggapan "Ini loh saya, bisa mengurus ini itu," atau "Ini loh saya, bos kamu! Turuti semua omongan saya, pokoknya kamu tahu beres," atau mungkin, "Ini loh saya, hebat. Ga usah ada kamu saya juga bisa,"
Kalimat-kalimat seperti itu, jujur pernah sekali terbesit dalam pikiran saya. Saya hebat, saya bisa lebih dari kamu, saya bisa begini berkat saya sendiri, dan saya tidak butuh kritik dari kamu.
Rasanya, setelah sedikit mengenal arti kemasyarakatan, dengan banyak orang, saya harus menghapus pikiran-pikiran saya, saya, saya...
Saya harus belajar bahwa saya bisa begini berkat orang lain. Saya tidak bisa menegakkan kepala tanpa ada orang lain yang mendukung saya. Dan saya, saya tidak bisa menyelesaikan semua yang saya inginkan seorang diri. Pemateri itu pernah mengatakan, "Kamu tidak hidup sendiri. Kamu tidak bisa menyelesaikan semua persoalan seorang diri. Butuh sebuah manajemen kepercayaan di mana kamu mempercayakan sesuatu kepada orang lain. Dengan begitu kamu tidak lagi mengatakan 'saya', tetapi 'kami'. Kembali ke team work!"
Dan saya berpikir, susah bukan? Lalu pemateri mengatakan,
"Sulit memang. Percaya dengan orang lain adalah sulit. Akan ada pikiran, bagaimana jika kemampuannya di bawah saya, nanti hasil pekerjaan tidak seperti yang saya harapkan. Atau justru bagaimana jika kemampuannya lebih dari saya, bisa-bisa orang lain memandang saya sebelah mata. Benar?"
Saya tersenyum saat itu, dan meringis saat ini.
Lalu saya mau apa saat ini? Saya ingin sukses. Ada beberapa titik dimana saya ingin membuktikan pada diri saya dan orang lain (maaf jika pemikiran saya salah), saya bisa, saya pasti bisa mencapai sebuah titik sukses. Rontokkan sebentar harga diri, hilangkan sebentar kesombongan saya, sekuat tenaga saya ingin mengatakan saya tidak lebih baik dari anda.
Saya ingin membantu anda, karena saya ingin sukses.
Ada pengharapan bahwa anda juga bersedia membantu saya. Masalahnya, ternyata tidak semua orang mau dibantu. Dibantu saja tidak mau, apalagi membantu.
Lalu bagaimana nasib saya yang ingin sukses ini?
Tidak tahu.
I listen, you respond. You listen, I respond.Terima kasih banyak lagi atas duet bapak Hanif dan ibu Dwinita. Saya cintah dua dosen yang mantap ini. Saya mau banget jika suatu saat nanti ada materi manajemen mendengar ^^V
< 1:56 PM >
Me vs PNS
- Saturday, June 6, 2009 -
PNS yang saya maksud ya Pegawai Negeri Sipil. Tau kah? Pegawai yang bekerja di kantor pemerintah Indonesia. Nah, sebelum saya cerita tentang PNS, saya mau cerita tentang skrispsi saya yang berhubungan dengan PNS.
Di kampus saya tersayang, tidak tauh kenapa, skripsi tentang pajak adalah skripsi paling tipis tetapi paling dihindari. Saya yang terlalu cuek ini tidak mau melewatkan kesempatan menyusun skripsi yang tipis, dengan resiko entah apa itu. Awalnya saya mengajukan tiga judul tentang Tax Planning (disarankan untuk tidak dipakai karena banyak yang mengambil judul yang sama), pajak dana pensiun ato apa gitu lupa (ditolak mentah-mentah), dan Pajak Daerah (diterima dengan suka cita karena jarang ada yang mengambil topik ini). Jadilah saya mengambil skripsi tentang Pajak Daerah, Pajak Restoran tepatnya.
Nah... karena tentang pajak daerah, otomatis saya harus melakukan penelitian di kantor Dinas Pendapatan (Dispenda) Kota Malang. Alurnya seperti ini jika ingin meneliti di kantor pemerintah apapun jenisnya:
1. Saya membuat surat pengantar dari kampus
2. Surat diserahkan ke kantor Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Lintas Masyarakat + menyerahkan proposal penelitian.
3. Jika disetujui, BaKesBangPol & LinMas akan membuatkan surat izin penelitian untuk ditembuskan ke Dispenda Kota Malang.
4. Saya dipersilahkan untuk memulai penelitian di Dispenda Kota Malang.
Resiko terbesar adalah, jika BaKesBangPol & LinMas tidak menyetujui proposal penelitian saya, maka saya terpaksa kerja dari awal mengganti seluruh skripsi saya. Lha wong kantor Dispenda Kota Malang cuma satu, kalau ga disetujui mau meneliti di mana saya? Surabaya? Terima kasih...
Untungnya proposal penelitian saya diterima. Tidak sia-sia saya dilempar-lempar ke kantor BaKesBangPol & LinMas tengah hari nan panas (yang kantornya beda jalan dengan Dispenda dan jauh pulak dari kampus). Untung ibu pegawainya baik (lupa namanya), seneng saya, hanya saja tangga menuju ruang izin penelitian tersembunyi di balik dinding dan saya sempat salah masuk ruangan --a
Tada... sampailah saya ke tahap selanjutnya. Saya deg-degan loh waktu ke Dispenda Kota Malang, kenapa?
Karena saya agak gimana gitu dengan para PNS. Sering lihat di berita yang gitu deh... Takut kalau saya akan dicuekin saat meminta berbagai data penelitian. Ditambah lagi omongan temen saya yang suka, “Doh, Wen. Ngapain sih nelitinya di sana? Kalo ga punya kenalan tar dipersulit loh, ati-ati!”
Ternyata oh ternyata... pegawai Dispenda baiiikkkk banget. Bener deh saya gak bohong. Jujur, waktu saya datang pertama kali agak-agak takut. Takut salah masuk ruangan, takut salah ngomong,
takut bedak ga rata dan takut dicuekin. Soalnya saya sendirian nih.
Beruntung saya tidak salah masuk ruangan. Ada bapak-bapak yang menerima saya dengan baik namanya Pak Warso. Setelah ditanya macem-macem, saya menyerahkan surat pengantar dari BaKesBangPol & LinMas. Seharusnya setelah dari Pak Warso, saya di serahkan ke pegawai yang mengurus mahasiswa penelitian, ternyata sang pegawai tidak masuk. Jadilah pak Warso ini yang mengantar saya ke beberapa ruangan yang sesuai dengan data yang saya perlukan. Padahal ni ya, bisa aja si bapak bilang “Ya sudah, kamu ke ruangan x, langsung temui ibu A!”. Kejutan besar, kaget juga saya.
Setelah saya ‘mampir’ ke berbagai ruangan, saya diterima dengan lumayan baik. Ada yang menyambut dengan baik dan senyum, ada juga yang cuek, ada yang ngegosipin Manohara (awal-awal berita dulu), ada yang makan-makan, ada juga sambutan judes dari seorang pegawai wanita (tidak saya tulis ya namanya, takut kayak kasus ibu Frita). Ya saya sih positif thinking aja, mungkin ibu itu lagi banyak kerjaan, atau lagi PMS atau lagi berantem dengan suaminya(?).
Kalau dilihat secara keseluruhan, mereka oke kok. Omongan temen saya tidak terbukti sama sekali. Tidak ada kesulitan selama saya melakukan penelitian dalam waktu 2 bulan. Semua data tertulis saya dapatkan. Malah saya sedikit merepotkan Pak Warso dengan meminta sejarah Dispenda, ternyata bukunya tidak ada di arsip. Setelah diselidiki, buku itu di ruangan sebelah --a kasian juga lemari arsip jadi kacau.
Untuk sesi wawancara juga oke. Saya bertemu langsung dengan ibu Mawar yang tidak keberatan sama sekali saya wawancara tentang Pajak Restoran, padahal saya lihat beliau sedang sibuk dengan setumpuk arsip. Sungguh di luar bayangan jelek tentang PNS. Jadi malu sendiri saya yang berburuk sangka pada mereka. Akhirnya...
Dengan ini saya ingin mengucapkan terima kasih secara tertulis kepada pihak Dispenda Kota Malang yang mau membantu keberhasilan penelitian saya. Khususnya untuk Bapak Warso dan Ibu Mawar. Saya ditagih traktiran nih ceritanya kalau sudah selesai ujian skripsi. Iya deh, saya traktir Bapak Warso dan Ibu Mawar di Warna-warni (diteriakin: Ye... Warna-warni udah digusur, mbak.)
Bravo PNS Kota Malang! Saya doakan semoga realisasi semua Pajak Kota Malang tahun 2009 melebihi target anggaran.
Matur sembah nuwun.
Labels: curhat
< 8:35 PM >
Team Work
- Saturday, May 30, 2009 -

Pada sebuah kesempatan latihan pengembangan diri, salah seorang dosen saya memberikan presentasi seperti di bawah ini:
Seseorang bisa mencapai sukses jika didukung dan mendukung orang lain.
Bagaimana caranya? Dengan sebuah kerjasama tim.
Kerjasama tim (team work) dapat digambarkan seperti ini, walaupun banyak anggota tetapi tetap satu, satu suara, satu langkah dan satu hati.
Tujuan SamaKarena kerjasama tim terdiri dari berbagai karakter yang berbeda, pastikan bahwa tim memiliki tujuan dan semua anggota tahu dengan pasti tujuan yang hendak dicapai bersama.
Antusiasme TinggiDalam sebuah tim, harus ada antusiasme yang tinggi dari masing-masing anggota. Setiap anggota harus saling mendukung satu dengan yang lain. Setiap anggota
berhak untuk mendapat kesempatan yang sama untuk tampil dan menunjukkan kemampuan mereka. Semua anggota tim harus menciptakan suasana yang nyaman, sehingga tidak ada anggota yang mengabaikan tugas hanya karena suasana yang tidak nyaman. Dan yang paling penting adalah rasa memiliki, seorang anggota tim tidak mengerjakan tugasnya secara maksimal jika tidak ada rasa kecintaan terhadap timnya.
Peran dan Tanggung JawabDalam sebuah tim, harus ada peran dan tanggung jawab yang jelas. Jangan sampai terjadi ketidakberesan dalam tanggung jawab yang harus dipikul masing-masing anggota. Misalnya saja tim pendayung perahu, Jika semua ingin menjadi pemimpin siapa yang mendayung? Jika semua ingin jadi pendayung, pasti kacau karena tidak ada yang memberi komando.
KomunikasiKomunikasi menjadi kunci utama keberhasilan sebuah kerjasama tim. Jangan pernah berasumsi jika satu anggota mengerti, maka anggota yang lain memahami dengan derajat yang sama. Pastikan bahwa semua anggota menerima dengan jelas komunikasi antar anggota.
Mendengar adalah satu keterampilan mutlak yang harus dimiliki. Jangan sampai yang satu bicara, yang lain sok keren dengan ikut berbicara.
Resolusi KonflikTidak bisa dipungkiri bahwa dalam sebuah tim, akan timbul berbagai macam konflik. Cara terbaik untuk mengelola konflik adalah melihat satu masalah dari banyak aspek berbeda lalu bicarakan solusinya. Dan ingat, jika ada yang berbicara, maka keterampilan mendengar harus digunakan.
Anda ingin sukses?
Jangan lupa membantu anggota tim anda untuk sukses! Terima kasih banyak untuk bapak Hanif Mauludin, SE, M.Si. atas materinya. Saya pajang di sini tanpa izin. Peace, pak! Saya jangan di-DO.
Nah—itu sebagian isi pelatihan. Tidak semua saya tulis hihihi...
Intinya adalah—
teori sekali tulisan di atas, tetapi saya baru merasakan susahnya ’bergaul’ dalam sebuah tim. Mulai dari status anggota jurnalis kampus, anggota kelompok belajar kelas, anggota Endless Learning dan anggota lain-lain (anggota semua, kapan naik jabatan?). Ternyata—bukan sesuatu yang main-main menyatukan banyak kepala. Kasian banget itu ayam-ayam atinya saya makanin *plak*
Dari semuanya, yang paling susah tentunya yang bagian awal, yaitu...
...walaupun banyak anggota tetapi tetap satu, satu suara, satu langkah dan satu hati.
Ya—ya—sekali lagi sangat sulit untuk saya yang tidak punya hati ini. Dan lagi—kata seseorang yang tidak bisa saya sebutkan:
Kerjasama tim itu bisa menimbulkan wabah penyakit. Kalau tim tersebut sedang sakit, lalu kamu tahu bahwa kamu akan tertular, segera keluar sebelum kamu mati di dalam sana. Sebaliknya, jika kamu yang sakit, segera keluar sebelum menulari tim yang lain.
Lah ya—kan sama aja intinya, bang.
Ya—kalo sudah tidak bisa satu suara, satu langkah dan satu hati, keluar saja. Gitu aja kok repot? Trus karaoke aja ke Happy Puppy... nyanyi Karma, fufufufu....
Semoga tulisan saya ini membantu, atau tidak sama sekali?
Labels: auk ah gelap, curhat
< 11:59 PM >
I don't have a heart
- Friday, May 29, 2009 -
Tiba-tiba... entah kenapa... kalimat ini terlintas di kepala saya:
Untuk menangani dirimu sendiri, gunakan kepalamu!
Tetapi untuk menangani orang lain, gunakan hatimu!(c) asli buatan tim *lupa, hari senin saya liat kalo ke kampus 00a* STIE-Malangkuçeçwara yang dipajang pada dinding ruang OSS.
Saya tidak ingin mempermasalahkan kalimat tersebut, saya suka dan setuju. Yang ingin saya nyatakan pada diri saya sendiri:
“Hingga detik ini, hati saya tidak pernah bisa sebesar kepala saya, atau... yeah... maybe I don’t have a heart.”
Labels: curhat, pemikiran
< 12:41 AM >
Tidak ada yang lebih indah...
- Friday, May 15, 2009 -
...selain kehadiran kadomu.
Pernah dengar kalimat seperti itu? Saya sering banget menerapkan dari jaman esde, xixixixi~
Seperti anak kecil kebanyakan, saya senang sekali kalo ada yang ngasi saya kado. Nah... di bawah ini adalah beberapa kado paling berkesan sepanjang hidup saya.
Kado Paling Mewah: DoaYang ngasi: Semoga ada, dan saya percaya pasti ada.Yeah doa. Saya sendiri sering lupa mendoakan diri sendiri dan orang lain dengan kesadaran penuh. Jadi kalo ada yang ngasi doa baik untuk saya, itu adalah kado termewah sepanjang masa.
Kado Paling Manis: Kue ulang tahun empat tingkat bentuk istanaYang ngasi: Aseli buatan Mama.Beneran ni kado manis banget. Dipajang waktu merayakan ulang tahun ke 8. Maap-maap aja, bukan ga mau menghargai hasil kerja keras mum yang bikin sendiri mpe begadang. Saya ga suka makanan manis, terutama si butter cream ini yay—
Cuma saya makan secuil bagian tangga tanpa butter. Sisanya bagi-bagi ke temen, walaupun ngirisnya diiringi jeritan, soalnya istananya jadi kebelah-belah *LOL*
Kado Paling Imut: Boneka SapiYang ngasi: Miss Antania.Saya suka—banget boneka sapi putih totol-totol item kaya di Harvest Moon Back to Nature *halah* Dulu waktu jaman SMA, saya dan temen saya ini suka banget main PS indang. Jadi waktu temen saya ini ke Bandung, dibelilah boneka ini sebage oleh-oleh. Sayangnya ni boneka dah ga ada di saya, diminta sepupu. Hiks, dan ga ada lagi yang ngasi saya boneka sapi (ngarep mode: max).
Kado Paling Gaya: Tas MonyetYang ngasi: Papah tercintah.Ini hadiah jaman saya TK nol besar waktu masih tinggal di Pekanbaru. Oleh-oleh papa yang selese pendidikan di Bandung sanah. Dulu jaman saya TK kebanyakan bentuk tas bekal makanan di box yang kaya koper itu loh, yang tempat makan gabung ma tempat minum silinder. Nah—tas saya ini bentuknya boneka monyet berbulu. Jadi kalo dipake, saya tampak sedang menggendong seekor monyet *LOL*
Dari semua makhluk satu TK, cuma saya yang punya. Kalo pake ini rasanya pede banget, dari jarak 50 meter udah keliatan kalo yang dateng adalah saya (ih masih kecil dan kebanyakan gaya).
Kado Paling Siyal: Disiram aer di bilik toiletYang ngasi: Indra jelek <_<
Ulang tahun ke 18 nih, masih SMA mau kelulusan. Tanggal 13 hari Jumat pulak. Tak ada yang spesial, hanya ucapan dari makhluk sekelas dan sahabat. Nah—sebelum pulang, saya ke toilet nih, bareng temen-temen cewek (biasa...).
Jadi ceritanya gini. Toilet di SMA saya modelnya kaya toilet mall-mall indang, atasnya kebuka. Ehem—waktu saya lagi asik, eh tiba-tiba dari atas, BYOR~~~
Misuh-misuhlah saya karena basah dari rambut mpe sepatu.
Setelah yakin kalo semua beres (you-know-what), saya keluar dari bilik sambil ngomel-ngomel. Nyih temen saya cewek-cewek malah ngakak liat penampilan saya yang kaya kucing kecemplung kali. Lalu dari bilik sebelah keluarlah sang pelaku sambil bawa ember kosong.
Tak mungkinlah saya pulang naik angkot berbasah-basah ria. Saya minta pertanggung jawaban supaya yang nyiram nganter saya pulang, eh dia enak aja bilang, ”Aduh, aku mau sholat Jumat nih. Dosa loh kalo ngalang-ngalangin orang mau ibadah,”
Rrrr—SOPAN! Akhirnya sebelum naik angkot, saya berjemur di pinggir jalan yang ada mataharinya. Bah, makin dekillah saya diumur yang ke 18, hiks...
Trus si sableng itu lewat naik sepeda motor sambil teriak, ”Abis kecebur got dimana, Wen?”
ASEM—kalo ga inget dia temen saya, udah saya timpuk pake ember. Siyal bener dah hari itu. Masuk angin plus menghitamkan kulit yang udah agak putihan (niatnya kan mau mutihin kulit sebelum kuliah).
Nb. Btw kejadiannya kan di toilet cewek, ih harusnya saya laporin tu temen saya masuk ke toilet cewek seenak jidat wkwkwkwk~~~ lanjut~~
Kado Paling Mahal: Spidol 24 warnaYang ngasi: entahlah, tetangga saya di Pekanbaru.Ga percaya? Ini kado termahal loh buat saya. Kan biasanya kalo kita ngasi kado, kita ilangin dong semua perkakas yang mencantumkan harga, jadi saya ga pernah tahu seberapa mahal kado-kado yang saya terima. Xixixixi~ lucunya di kado ini, masih melekat gede-gede harga 24 spidol indang, seharga 7500 *LOL*
Itu mahal tuh jaman tahun 1995. Mantep dah tu kado~~~ sayangnya hanya 18 warna yang bisa dipake, sisanya ga keluar warnanya. Hoho~
Kado Paling Aneh: Kapur BarusYang ngasi: Miss Antania (again)
Serius—saya dikasi hadiah kapur barus waktu swit sepentin.
Dong dong~~
Dalam hati saya bertanya ”Emangnya saya rayap yak?”
Hiks... ga da kado lain apa?
*diteriakin: sukur-sukur dikasi kado*Hohoho~ itulah segelintir kado yang saya ingat sampai sekarang. Bukan berarti yang lain tidak berkesan, tetapi yang diatas itu yang paling saya ingat. Sekarang mah ga ngarep kado-kado dalam bungkus lucu berpita~
Ngarep kado berupa~~~ rahasia~
Tambahan: Saya merasa aneh kalo ada yang seneeeeeng banget dikasi kado bunga idup, rangkaian bunga gitu. Menurut saya aneh aja, kita masih idup kok dikasi kembang wkwkwkwk~
Menurut saya kembang segar mah buat orang nikah waktu siraman ama buat ziarah. Atau mungkin pemikiran saya yang aneh?
Yah pokoknya jangan kasi saya bunga idup dah, enakan sepotong coklat kemana-mana xP
Labels: curhat
< 10:07 PM >